Showing posts with label kelahiran. Show all posts
Showing posts with label kelahiran. Show all posts

July 19, 2010

Varises dan Kehamilan

Apa itu Varises?Kenapa kok tiba - tiba muncul di permukaan kulit kita?Lihat penjelasan di bawah....Mungkin bisa sedikit membantu rasa ingin tahu teman - teman.

VARISES ( pelebaran pembuluh darah ) pada kehamilan tak bisa dianggap sepele. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut bisa menimbulkan gangguan pada janin. Resiko terburuknya, kematian si kecil.
Sebenarnya,Varises terjadi bila pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir ( mukosa ) melebar dan berkelok atau melingkar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah. Paling mudah terlihat adanya galur -galur biru kehijauan seperti "cacing" yang memanjang di sepanjang kaki.

Tonjolon itu sejatinya adalah pembendungan aliran darah yang terjadi pada pembuluh - pembuluh darah balik ( vena ). Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor ( darah yang banyak mengandung karbon dioksida ) kembali ke jantung.

Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena yang mengalami tarikan gaya berat yang besar, seperti kaki dan anus.

Nah, karena terbendung, akhirnya aliran darah pun mencari jalan alternatif melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. Jangan salah,varises tidak hanya muncul di kaki,Varises juga bisa muncul di bagian tubuh lain, seperti tangan, lambung, rektum ( usus besar dekat anus ), vagina, skrotum, dan vulva ( bibir kelamin ).

Beberapa hal bisa menjadi penyebab munculnya varises maupun faktor risiko, yaitu :


 
Faktor hormonal

Pada saat hamil terjadi peningkatan hormon progesteron yang membuat elastisitas dinding pembuluh darah bertambah sehingga dinding pembuluh darah ( baik arteri maupun vena ) makin lentur yang berakibat pembuluh darah jadi tambah besar dan melebar. Di satu sisi pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk memenuhi kebutuhan janin, yakni agar aliran darah dan volume darah tersuplai dengan baik, hingga pertumbuhan janin normal.


Tekanan rahim

Tekanan rahim juga ikut andil dalam memunculkan varises. Perut yang semakin membesar akan menghambat kerja pembuluh darah. Umumnya varises terjadi di daerah panggul dan anggota gerak bagian bawah. Hal ini karena pembuluh - pembuluh darah di daerah inilah yang berhubungan erat dengan rahim. Sayangnya, varises kehamilan hanya bisa diterapi secara suportif. Terapi begini tujuannya agar gejala varises tidak semakin berat. Caranya, dengan tidak melakukan aktivitas tertentu. Yakni, gerakan yang beresiko meningkatkan tekanan pembuluh darah di daerah tubuh bagian bawah.



Berdiri terlalu lama

Ibu hamil yang karena tuntutan pekerjaan/keadaan setiap hari harus berdiri diam dalam waktu lama atau justru duduk terus tanpa banyak bergerak juga lebih berpeluang mengalami varises. Ini terjadi karena gravitasi membuat otot-otot kaki bekerja keras memompakan darah ke atas.

Kegemukan


Wanita hamil yang mengalami pertambahan berat badan lebih dari 12 - 15 kg akan membebani aliran pembuluh darah pada kaki.

Keturunan

Orangtua yang mengalami varises saat hamil berisiko menurunkan hal yang sama kepada anaknya.



 

 
Cegah sebelum terjadi

Pada bagian yang terdapat varises umumnya akan terasa sakit/nyeri, gatal, disertai perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Sekitar 20 - 30 persen ibu hamil mengalami varises. Paling sering muncul di trimester kedua atau ketiga kehamilan. Langkah paling baik yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan, seperti di bawah ini :


 
Menaikkan kaki

Menaikkan kaki di atas bantal sehingga posisi kepala lebih rendah merupakan langkah pencegahan. Posisi itu memungkinkan aliran darah ke kaki lebih baik.

Posisi tidur

Disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri supaya pembuluh darah balik yang menuju jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan tidak tertekan.

Banyak bergerak

Ibu hamil juga disarankan banyak bergerak setiap hari, jangan hanya berdiri atau duduk diam. Banyak gerak memungkinkan peredaran darah berjalan lebih lancar. Senam hamil juga disarankan karena ibu harus berolahraga dengan tepat.

Konsumsi makanan sehat

Perbanyak asupan yang mengandung antioksidan alami seperti buah dan sayur segar. Makanan yang tinggi serat juga bisa mencegah varises pada anus ( wasir/ambien ) dan vagina.

Pakaian hamil yang nyaman

Kenakan pakaian hamil yang nyaman, jangan terlalu ketat/sempit sehingga sirkulasi darah akan terganggu. Sebaiknya jangan pula menggunakan sepatu berhak tinggi, atau maksimal 2 cm, selain tidak aman dan nyaman untuk ibu hamil, juga bisa menyebabkan aliran darah tidak lancar.


Sumber : http://www.kompas.com/
READ MORE - Varises dan Kehamilan

July 15, 2010

Bayi Prematur







Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20 - 36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.

Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram ( 2,5 kg ). Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau membutuhkan perawatan intensif karena organ - organ vitalnya belum matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya.

Di Indonesia, 30 persen kelahiran terjadi prematur. Persalinan prematur seringkali tidak diketahui sebabnya. Namun menurut Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Philadelphia, Amerika, ada beberapa penyebab persalinan prematur. Di antaranya adalah :

- Serviks atau mulut rahim tidak menutup sempurna sehingga kehamilan tidak bisa dipertahankan.

- Pre-eklampsia atau eklampsia, yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin dan bengkak di kedua tungkai. "Bila kehamilan diteruskan bisa membahayakan nyawa ibunya," kata Pereira.

- Plasenta previa atau letak ari-ari berada menutupi jalan lahir.

- Kegagalan pertumbuhan janin.

- Infeksi pada selaput amnion atau ketuban.

- Cairan ketuban terlalu sedikit

- Kelahiran kembar

- Bentuk rahim tidak normal

- Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya





Yang Harus Dilakukan

Anda mungkin bisa mencegah terjadinya kelahiran prematur jika mengetahui gejala dan tanda-tandanya :

- Kontraksi yang terjadi secara teratur
- Adanya flek atau pendarahan pada vagina,juga terdapat lendir yang cukup banyak.
- Sakit perut seperti ketika sedang menstruasi
- Sakit pada bagian punggung.
- Keputihan. Ada kemungkinan ini sesungguhnya bukan keputihan, melainkan ketuban yang pecah
- Terasa ada tekanan di bagian tulang panggul, karena bayi mulai mendorong ke bawah.

Gejala dan tanda-tanda tersebut sebaiknya di waspadai jika timbul di usia kehamilan lima bulan.Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, tapi belum mengalami ketuban pecah, segaralah istirahat dan fokus dengan apa yang Anda rasakan. Jika perut Anda terasa kencang, dan terjadi sedikitnya enam kali dalam sejam, segera hubungi dokter atau pergilah ke rumah sakit terdekat. Jika terjadi kontraksi, namun waktunya tidak teratur dan kurang dari enam kali dalam satu jam, berbaringlah dengan posisi miring ke sebelah kiri. Minumlah juga segelas atau dua gelas air putih. Hal ini akan membantu sirkulasi darah yang menuju ke uterus dan menghentikan kontraksi.



Anda berisiko tinggi melahirkan prematur jika :

- Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya
- Tengah hamil kembar ( dua atau lebih )
- Hamil di usia muda ( di bawah 17 tahun) atau usia tua ( di atas 35 tahun )
- Mengalami pendarahan di trimester ke dua atau ke tiga.
- Merokok atau menggunakan narkoba ( terutama kokain ) selama masa kehamilan.
- Baru saja melahirkan dalam jangka waktu 18 bulan.

Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, ibu hamil disarankan untuk rutin memeriksakan kandungannya sehingga dapat diketahui adanya kelainan. "Kelahiran prematur bisa dicegah dengan cara meningkatkan status kesehatan ibu," kata Pereira dalam peluncuran Kampanye Peduli Bayi Prematur di Jakarta.

Adapun Tips Merawat Bayi yang Terlahir premature,dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Beri bayi pakaian, topi , popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu
2. Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk , kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak sedikit mendongak.
3. Dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu , dan bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.
4. Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi , dapat digunakan handuk atau kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi.
5. Ibu dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bebas bergerak walau berdiri, duduk , jalan, makan dan mengobrol. Pada waktu tidur, posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa bantal di belakang punggung ibu.
6. Bila ibu perlu istirahat, dapat digantikan oleh ayah atau orang lain.
7. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara pamberian ASI, dan kebersihan ibu dan bayi.
Untuk para ibu ,jangan pernah berkecil hati apalagi putus asa,karena cukup banyak bayi – bayi yang terlahir dengan kondisi seperti ini justru memiliki kecerdasaan otak melebihi bayi yang lahir pada waktunya.

.
READ MORE - Bayi Prematur
Related Posts with Thumbnails

Blog Stats

Health BlogsTopOfBlogsHealth Blogs - Blog Rankings